Resensi novel terbaru kali ini akan membahas novel Jilbab Love Story karya Redy Kuswanto yang diterbitkan pertama kali oleh Orange pada 2015. Novel bergenre muslim teenlit atau muslimlit ini (mengambil istilah yang pernah dipopulerkan Tiga Serangkai pada 2006) mengisahkan perjuangan Melody Prisha, seorang remaja berjilbab yang menjuarai ajang pencarian bakat The Singer.
Data Novel Jilbab (Love) Story:
Judul : Jilbab (Love) Story
Penulis : Redy Kuswanto
Penyunting: Yunisa Priyono
Proof Reader: Dwi
Desain Sampul: Supriyanto
Perwajahan Isi: Dima
Penerbit : Orange (Citra Media Pustaka)
Tahun Terbit : 2015, Cetakan I
ISBN : 978-602-8508-01-8
Blurb Novel Jilbab (Love) Story:
Sebuah ajang pencarian bakat telah membawa Melody ke dunia yang baru, dunia yang selama ini hanya ada dalam impiannya. Para juri menobatkannya sebagai diva remaja pendatang baru. Namanya dielu-elukan dan menjadi idola seantero Nusantara. Masa depan yang sangat cerah terbentang luas di hadapannya. Inilah jalan hidup yang sudah lama dia dambakan.
Hanya saja, Melody dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit. Seorang produser menawarinya untuk rekaman sekaligus tampil exclusive di salah satu stasiun televisi ternama. Tetapi syaratnya begitu berat: dia harus melepas jilbabnya!
Jelas hati kecilnya tidak akan mau memenuhi syarat itu. Tapi di sisi lain, Melody tak rela kehilangan peluang emas itu. Lalu bagaimana kisahnya mempertahankan idealisme sekaligus bisa meraih impiannya menjadi diva Indonesia?
Review Novel Jilbab (Love) Story:
Tidak mudah menulis novel muslim teenlit. Seorang penulis harus berhadapan dengan 'kesadaran umum' bahwa novel genre tersebut mestilah 'mencerahkan', punya misi dakwah yang jelas, dan memiliki garis yang tegas, antara baik dan buruk. Dalam beberapa kasus novel lain, ada penulis yang (sengaja atau tidak sengaja) menjejalkan 'kesadaran umum' tersebut, misalnya dengan memasukkan kutipan ayat kitab suci atau hadits, atau memberikan penjelasan yang terlewat panjang, tentang konsep baik dan buruk, sehingga kesan 'menceramahi' muncul.
Di Novel Jilbab (Love Story) hal tersebut, suka tidak suka, kesan tersebut muncul, meskipun tidak 'masif' dan tergolong 'wajar'. Pada halaman kedua, muncul petikan Surah Al-A'raf: 26 tentang pentingnya memakai jilbab. Munculnya ayat tersebut, memiliki konsekuensi. Untuk pembaca yang membeli novel ini sebagai novel 'inspiratif' atau novel 'dakwah;', akan mendapatkan semacam 'pembenaran', memang novel ini sesuai yang mereka cari. Namun bagi sebagian kecil kalangan (yang tidak beriman seperti saya :P), bisa jadi, kemunculan ayat tersebut terkesan dipaksakan.
Di halaman 146 dan 147 ketika Mel dan Nuri berkisah tentang sosok berjilbab (Mbak Ony) yang muncul dalam mimpi mereka, pemunculan 'divine intervention' itu terjadi lagi. Menarik untuk membayangkan bagaimana Mel dan Nuri bisa mendapatkan mimpi pencerahan semacam ini (bahkan mimpi keduanya sangat mirip). Iya, Tuhan memang memilliki cara tersendiri untuk mengingatkan umat-Nya yang tengah diuji, putus asa, dan seterusnya. Kepintaran penulis dalam menggunakan sudut pandang orang ketiga untuk novel ini, sangat membantu sehingga kesan 'menceramahi' tersebut memudar (untuk sebagian besar pembaca).
Seeprti dibahas di muka, ada 'kesadaran umum' tentang novel muslim teenlit yang memiliki garis batas yang terang antara baik dan buruk. Novel Jilbab (Love) Story mengisahkan dua tokoh yang sama sekali berbeda, yaitu Melody Prisha di satu sisi (kebaikan) dan Keyzia Chan di sisi lain (kejahatan). Melody, seorang gadis berjilbab,memiliki semua kelengkapan untuk disebut 'baik'. Ia ramah dan baik. Juga pemaaf, ketika tidak mempermasalahkan sikap Nuri, sang sahabat yang pernah menjauh hanya karena Mel memutuskan memakai jilbab.Satu-satunya nilai minus dari sifat baik Mel adalah, saat ia menyerang kawan Zen, adiknya, karena menganggap kawan adiknya itulah yang menyebabkan Zen kecelakaan. Namun nilai minus tersebut (untuk kesempurnaan Melody) logis, seperti kebanyakan perempuan (apalagi Mel yang masih SMA) yang pada saat terdesak cenderung mengandalkan perasaan daripada logika.
Sifat baik Mel tersebut disebut oleh Keyzia sebagai 'sesuatu yang terlalu dibuat-buat'. Mel disebut kampungan oleh Keyzia, yang tidak berjilbab, egois,dan selalu menjadi nomor satu. Keyzia yang dendam karena Mel berhasil menjadi juara pertama The Singer, terus mempertanyakan kemenangan Mel yang dianggapnya kontroversial. Ia juga mendesak Pak Bob untuk memberikan job yang seharusnya diberikan kepada Mel, untuk dirinya. Keyzia dipertentangkan dengan Mel dalam konsep pertentangan jilbab vs pakaian seksi, baik vs buruk, pasrah kepada Tuhan vs ambisius. Hal ini, sangat membantu terciptanya drama dalam novel Jilbab (Love) Story hingga klimaksnya, Keyzia (sang buruk) 'takluk' dari Mel (sang baik) ketika memakai lipsing suara Mel saat tampil di atas panggung. Mel kemudian mendapatkan buah dari perjuangannya mempertahankan jilbab dengan mendapatkan kontrak rekaman album.
Namun, di sisi lain, ada yang menarik. Kebenaran (kebaikan) di novel ini tidak dibuat 'menang terlalu telak' seperti dalam beberapa novel, FTV, atau sinetron (setidaknya kemenangan Mel ditunda). Dalam kasus penampilan live Keyzia yang memakai lipsing Mel, penulis mengambil langkah yang paling logis. Mel yang tetap mempertahankan jilbabnya, tetap bisa bernyanyi. Pak Bob yang ingin mendapatkan sosok penyanyi yang tidak berjilbab (demi kepentingan 'sponsor') akhirnya memperoleh hal tersebut dengan Keyzia yang berdiri di atas panggung. Keyzia yang ingin selalu nomor satu, pun mendapatkan penyelesaian yang sesuai dengan keinginannya, tetap bisa melanjutkan tampil di atas panggung, dan menjadi sorotan utama.
Ada kesalahan penulisan agak 'membuat heran', misalnya penulisan What's Up alih-alih WhatsApp. Ada juga pertanyaan tentang alasan mempertahankan penulisan villa alih-alih vila, photography alih-alih fotografi, exclusive alih-alih eksklusif. Namun tentu ini masalah yang semestinya diselesaikan di meja redaksi (editor dan proof reader). Di sisi lain, mungkin saja penggunaan istilah asing tersebut disengaja, karena ini novel muslim teenlit.
Ada yang menarik lagi dari novel ini, terutama tentang juri The Singer, yang mengingatkan kita pada Indonesian Idol, misalnya. Karakter Bimo, bisa jadi adalah 'representasi' Ahmad Dhani. Anggi adalah Agnes Monica. Dan Bram, adalah Anang Hermansyah. Namun, yang agak dipaksakan adalah, keterangan karakter Bimo, yang disebut 'musisi kontroversial yang gencar mempromosikan liberalisme serta terang-terangan mensyiarkan lambang-lambang Zionisme'. Tidak ada kelanjutan bukti syiar lambang Zionisme oleh Bimo tersebut. Namun bisa jadi ini cuma semacam tempelan yang menghibur pembaca.
Sebagai novel muslim teenlit, novel ini dapat menjadi motivasi bagi remaja muslim, bahwa perjuangan mereka menegakkan agama (dengan berjilbab seperti Mel), kelak pasti akan dibayar oleh Tuhan. Bahasa yang dipakai sederhana, runtut, dan membuat pembaca nyaman meneruskan membaca dari bab pertama hingga akhir (saya menuntaskan novel ini selama sekitar 30 menit tanpa berhenti). Recommended untuk dibaca.
titanium mesh from the Sega Genesis.
BalasHapusTitanium is a 2020 ford ecosport titanium textured resin used by some Sega titanium watch band Genesis video games. The texture of the base plate is very sharp and Material: Stainless SteelDimensions: 10.5 x 3.2 x joico titanium 0.1 ford escape titanium inches titanium price